
Salam Rindu.
Mama, ini putrimu.
Putrimu yang dua puluh tahun lalu meringkuk di dalam rahimmu. Bayi mungil yang
terlahir di dunia lewat ejan kuatmu. Yang kau hangatkan dalam dekap pelukmu,
yang kau susui dengan kedua putingmu.
Mama, ini putrimu.
Putri kecil yang kau tatih langkahnya hingga Ia mampu berjalan sendiri. Yang
tak pernah lupa kau suapi saban hari. Putri kecil yang pernah kau seka peluh yang
membanjir di jidatnya dan kau hapus air mata yang membasahi di kedua pipinya.
Mama, ini putrimu.
Putri mungil yang selalu menjadi kebanggaanmu; yang di kelasnya tak pernah jauh-jauh
dari peringkat satu; yang membuat namamu termahsyur di kalangan bapak ibu guru;
yang senantiasa menjadi pemantik tangis keharuanmu.
Mama, ini putrimu. Putri
kecil yang kini telah beranjak dewasa. Bayi mungil yang kini menjelma menjadi
gadis jelita.
Mama, ini aku,
putrimu. Dua pekan lalu sesosok lelaki datang padaku menyatakan cinta. Bibir
gadis jelitamu ini ingin mengucapkan
kata iya, menganggukkan kepala sebagai tanda menerima. Namun apalah daya bila
restu darimu tak turun jua?
Mama, mungkin lelaki
itu hanya berbekal cinta. Ayah-bundanya telah tiada. Harta dan tahta Ia tak
punya. Namun cukuplah keteguhan iman dan keluhuran budi menjadi sebaik-baik perbekalan
yang Ia bawa.
Mama, mungkin Ia
bukan lelaki kaya raya yang bisa menjamin aku hidup bergelimang harta. Bukan
pula anak berayah-bunda yang menjanjikanku limpahan cinta dari mertua. Namun
keteguhan imannya-lah yang insyaAllah akan membuatku senantiasa qonaah meski
tak bergelimang harta. Perkenankanlah keluhuran budi yang Ia punya menjamin aku
akan selalu dalam limpahan cinta.
Mama, mungkin Ia
bukan lelaki yang selama ini kau cita-cita. Namun, bila yang tertulis di lahul
mahfudz-ku adalah namanya, apalah daya manusia meski Ia bertahta Ibunda? Dan apabila yang ada disana bukanlah namanya,
pastilah Allah patrikan nama pria lain yang lebih baik budinya dan lebih teguh
imannya.
Mama, ini aku
putrimu. Satu pintaku, izinkanlah aku menerimanya. Biarkanlah Ia menjadi
kekasih hatiku dan aku menjadi kekasih hatinya. Karena ridha Allah ada di ridha
orang tua maka hanya dengan restu darimu lah bibir ini akan mengucap kata iya
dan kepala ini akan mengangguk tanda menerima.
yang
selalu merindukanmu,
putri
kecil yang kau rawat dengan penuh rasa sayang
dan kau
besarkan dengan semurni-murninya cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar