2 sebelumnya hanyalah prolog,
Iya, aku egois. Aku akui keegoisanku yang jelas tersingkap di mata kalian.
Harusnya malam itu aku segera pulang, menghargai seseorang yang sudah bersedia melawan hujan hanya untuk membawaku pulang.
Aku akui aku anak kecil yang egois, tapi maaf keegoisan itu bagaikan pilihan yang tak memberiku kesempatan untuk memilih. Maaf karena keegoisan itu adalah jalan yang harus kuambil demi kalian. Jalan yang harus kuambil demi mimpi besarku.
Aku hanya tidak ingin dibatasi
Aku hanya tidak ingin terbatasi
Hanya untuk satu hal itu, tolong jangan batasi aku
Jangan batasi segala perjuanganku menggapai mimpi besarku.
Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 November 2011
Membiru (2)
Kakak saya sedikit kesal, terus memutuskan main ke kost salah satu temannya. Ya sudahlah itu sama sekali bukan esensi yang akan saya bagi.
Bimbingan berjalan lancar hingga beberapa saat sebelum Mas Tentor menutup pembelajaran kala itu, ponsel saya berdering. Ternyata Papa saya telepon, ya dengan sedikit kesal. Tapi sama sekali tidak menganggu konsentrasi pada optik fisis
Perjalanan pulang ke rumah, di atas ojek, gerimis rintik-rintik, dan saya baru sadar kalau keganjalan baru saja terjadi. Papa menutup telepon sebelum saya selesai bicara dan memberi salam penutup. Sekejap kemudian mata memanas dan butiran - butiran kecil berlomba meloncati mata.
to be continued
Bimbingan berjalan lancar hingga beberapa saat sebelum Mas Tentor menutup pembelajaran kala itu, ponsel saya berdering. Ternyata Papa saya telepon, ya dengan sedikit kesal. Tapi sama sekali tidak menganggu konsentrasi pada optik fisis
Perjalanan pulang ke rumah, di atas ojek, gerimis rintik-rintik, dan saya baru sadar kalau keganjalan baru saja terjadi. Papa menutup telepon sebelum saya selesai bicara dan memberi salam penutup. Sekejap kemudian mata memanas dan butiran - butiran kecil berlomba meloncati mata.
to be continued
Langganan:
Postingan (Atom)